Saturday, February 11, 2012

Mengenal clutch cover

Clutch cover adalah komponen kopling pada mobil yang berguna untuk menekan disc kopling ke roda gila. Jika kita artikan dalam bahasa Indonesia, clutch cover juga sering dikenal dengan nama tutup kopling. Clutch cover inilah yang akan memutus dan meneruskan putaran kopling dengan cara menekan dan melepaskan disc kopling dari fly wheel. Jika clutch cover menekan disc kopling ke flywheel , maka putaran mesin akan diteruskan ke transmisi. Namun jika clutch cover tidak menekan disc kopling ke flywheel,  maka putaran mesin tidak akan diteruskan ke transmisi.

Clutch cover itu sendiri terdiri atas 2 macam ;
  • tipe diafragma spring
  • tipe coil spring
Kedua tipe di atas memiliki perbedaan yang terletak pada komponen pegas yang digunakan untuk menekan pressure plate. Pada tipe pegas coil , pegas yang digunakan menggunakan pegas yang berbentuk coil atau ulir. Sedangkan untuk tipe pegas diafragma digunaka pegas yang berbentuk piringan di mana pada bagian tengahnya dibelah - belah menyerupai diafragma . Untuk lebih jelasnya Anda bisa lihat pada gambar !
Adapun kelebihan dan kekurangan dari kedua tipe clutch cover itu pasti ada. Kelebihan dan kekurangannya terletak pada kekuatan dan kemampuan dari pegas yang digunakan pada masing - masing tipe clutch cover tersebut .

Tipe pegas diafragma :
  • tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pedal kopling menjadi lebih ringan
  • Penekanan pada pressure plate menjadi rata karena bentuk dari pegas diafragma itu sendiri
  • Bila disc kopling aus , maka tekanan pada pressure plat tetap rata
  • pada kecepatan tinggi tekanan pada pressure plate tetap stabil
  • kemampuan tekanan dari pegas diafragma tidak sekuat pegas coil , makanya tipe ini hanya digunakan pada kendaraan dengan daya angkut yang ringan.

Tipe pegas coil:
  • tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pedal kopling cukup berat.
  • Penekanan pada pressure plate tidak serata dibandingkan dengan pegas diafragma , karena konstruksi pegas coil yang jumlahnya bukan cuma satu saja , sementara pegas diafragma terdiri hanya satu saja
  • Bila disc kopling aus, maka tekanan pada pressure plate menjadi tidak sama atau tidak rata lagi
  • Tekanan pegas ke pressure plate sangat kuat , karenanya tipe ini sangat cocok digunakan pada kendaraan dengan daya angkut yang berat.
  • Konstruksinya lebih rumit dibandingkan dengan tipe pegas diafragma 
  •  
Demikianlah penjelasan tentang komponen kopling yaitu clutch cover yang terdiri atas 2 macam. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda di bidang otomotif.

No comments:

Post a Comment